Arjen Robben seorang gelandang Bayen Munchen buka suara terkait kepergian pelatih mereka yaitu Pep Guardiola pada akhir tahun ini, dirinya mengaku sangat kecewa bahwa mendengar kabar berita akan kepergian Guardiola. Pep Guardiola telah memutuskan kalau dirinya tidak akan memper panjang kontrak bersama Die Roten yang akan abis begitu tahun ini berakhir, kemudian setelah dirinya pergi mereka akan diasuh oleh Carlo Ancelotti.

Setelah pergantian pelatih, para kerja bola pemain Bayern harus memulai dari awal, bahkan kerena mereka sudah tampil dengan cukup baik saat dibawah arahan Pep Guardiola. Arjen Robben mengatakan kepada NOS kalai hal ini sungguh disayangkan, Guardiola akan hengkang, bisa dikatakan saya sangat kecewa tentang hal ini. Kita lihat saja nanti keadaan saat dilatih oleh Ancelotti, ini sering terjadi ketika ada pelatih baru datang. Kami harus memulai dari awal.

Arjen Robben Ingin Mendapatkan Trofi

Arjen Robben, meskipun kecewa dirinya enggan memikirkannya untuk saat ini. Pep Guardiola masih memiliki sisah beberapa bulan lagi bersama Die Roten sebelum musin selesai, Robben menginginkan memaksimalkan agar mereka mendapatkan trofi di garis finis. Masih terlalu awal untuk membahasnya, keputusan untuk hengkang baru saja diumumkan. Namun kami baru saja menjalankan setengah musim serta masih banyak pertandingan yang harus dimenangin, kami juga harus fokus ke pertunjukan lagi saat winter break berakhir.

Die Rotten akan baik-baik saja ketika Guardioa pergi, pada musim panas nanti mereka akan berpisah dengan pelatihnya. Mantan pelatih Bayen yaitu Ottmar Hitzfeld meyakinkan kalau klub tersebut akan tetap baik, saat itu dirinya telah pensiun melatih setelah usai menangani Swiss di Piala Dunia 2014. Lalu pernah melatih Die Roten pada tahun 1998 sampai 2014 dan 2007 sampai 2008, pada fase itu dirinya juga pernah menjuarai 5 Bundesliga serta 1 titel Liga Champions. Menurutnya, Pep Guardiola selama ini belum membuktikan diri lebih sukses lagi dari pada Jupp Heynckes yang telah digantikan oleh pelatih asal Spanyol tersebut pada tahun 2013. Guardiola juga menilai sudah berjarak dengan para permainnya, dirinya hanya terpokus terhadap taktik. Dirinya juga sangat tetgila-gila dengan taktik yang tenggelam siang ataupun malam dalam keadaan laga, namun dalam kontak antar manusia. Dia tidak fokus dengan klub ini serta hampir tidak melakukan pertemuan.