Emery seorang pelatih Sevilla menolak keras final Copa del Rey yang diadakan di Camp Nou, alasannya itu seperti memberikan trofi kepada salah satu tangan pemain Barcelona. Mereka bakal menantang Barca pada pertandingan final Copa del Rey, usai mereka mengalahkan Celta Vigo di semifinal.

Los Rojiblancos berhasil lolos dengan memiliki agregat 6-2, setelah memetik kemenangan 4-0 pada leg I serta mendapatkan hasil imbang 2-2 dibagian leg II. Dua finalis telah didapatkan, tetapi hingga kini otoritas sepak bola Spanyol dalam hal ini RFEF belum bisa menentukan tempat berlangsungnya partai puncak itu.

RFEF menginginkan final tersebut diadakan di stadion berkapasitas besar, di mana hanya kandang Barcelona (Camp Nou) dan kandang Real Madrid (Santiago Bernabeu) nyaris mustahil mengingat El Real tentu tidak memberikan izin kandangnya dipakai oleh Barca untuk melakukan pesta jika mereka memerik kemenangan.

Tetapi, menghelatnya di Camp Nou. Seperti halnya tahun lalu, juga seperti merugikan kerja bola Sevilla mengingat tentang Los Cules bakal sangat diuntungkan. Los Rojiblancos mengibaratkan bermain dikandang Barca sama saja melawan mereka dengan adanya 2 Lionel Messi didalamnya.

Emery mengungkankan seperti dikutip oleh FoutFoutTwo bahwa dirinya berharap kalau final tahun ini tak seperti tahun lalu, dihelat di Camp Nou. Dirinya lebih baik bermain di China dari pada disana.

Emery Harap Ada Keadilan

Emery berharap adanya keadilan lantaran bermain di sana itu lebih menguntungkan untuk Barcelona, itu sama saja seperti memberi mereka 2 Messi. Selain Bernabeu, opsi lainnya mungkin dikeluarkan adalah New San Mames, Vicente Calderon atau Mestalla.

Pelatih asal Spanyol tersebut sangat menginginkan bermain di mana para fans Sevilla merasa lebih nyaman, namun tidak untuk Camp Nou.

Dikabarkan oleh sejumlah media Spanyol kalau Messi sudah kembali berlatih, kemungkinan mampu bermain pada akhir pekan ini. Sebelumnya dia sempat menjalankan absen latihan sekitar 2 hari pada awal pekan ini.

Pemain bintang asal Argentina tersebut absen latihan pada Senin & Selasa karena menjalani pemeriksaan ginjal, masalah itu sebenarnya sudah menggangunya mulai bulan Desember 2015 lalu. Masalah tersebut telah menyebabkannya akan absen pada pertandingan melawan Guangzhou Evergrande di Piala Dunia Antar klub.