Jose Eulogio Garate, ikon legendari Atletico Madrid menyatakan pendapat bahwa Carlos Tevez sudah tidak lagi dibutuhkan sebagai bomber Atletico Madrid. Alasan utamanya adalah posisi striker utama Atletico Madrid sekarang yang dihuni Fernando Torres sudah lebih dari cukup.

Semenjak nama Carlos Tevez diisukan akan hadir menghiasi stadion Atletico Madrid, Vicente Calderon banyak pihak mempertanyakan fungsi utama Carlos Tevez, salah satunya adalah Garate. Garate menjelaskan bahwa Carlos Tevez yang kini berusia 31 tahun bukanlah individu yang tepat untuk digandengkan bersama Fernando Torres, apalagi menggantikannya.

Garate mengakui kehebatan Carlos Tevez dalam menciptakan gol-gol, ia mengakui juga bahwa Carlos Tevez adalah seorang pesepakbola jenius

“Namun apalah artinya jika Atletico Madrid merekrutnya dalam keadaan usianya sekarang? bukankah lebih baik untuk mencari bibit baru, pesepakbola muda yang akan bersinar terang jika diasah. Apalagi kita punya duet Fernando Toress dan Mandzukic didepan, jika saya boleh berkeputusan, maka saya akan memilih untuk tetap bertahan dengan keadaan sekarang.” jelas Jose Eulogio Garate kepada kerja bola internasional dalam jumpa pers yang digelar di markas Atletico Madrid

Garate menambahkan bahwa Fernando Torres sudah melampaui level Super dan Fernando Toress sudah bermain di level sepak bola tinggi. Garate mempertahankan pendapatnya dan memuji duet El Nino-Mandzukic.

Bila dicermati secara individu, Mandzukic tidak berada dalam perfoma terhebatnya pada musim Laliga baru- baru ini, namun irama permainan Atletico Madrid memang menunjukkan harapan besar untuk musim berikut. Menurut pengamat bola di Spanyol, Mandzukic adalah pesepakbola bertipe pejuang dan sangat ngotot dalam mengambil alih posesi. Mandzukic jarang mencetak gol, namun dia banyak menghasilkan umpan manis untuk kemudian dieksekusi dengan sempurna oleh Fernando Toress yang mengalami kondisi permainan terburuknya beberapa tahun lalu di Liga Premier Inggris.

Fernando Toress seakan mendapatkan kembali irama bermain sepakbolanya ketika ia mendarat di tanah Spanyol untuk bergabung bersama Atletico Madrid, Fernando Toress menunjukkan kembali permainan elegannya seperti saat ia memimpin timnas Spanyol menghancurkan tim-tim lawan. Hal itu seakan terbenam saat ia berada di Liverpool maupun Chelsea.