Jurgen Klopp, pelatih Liverpool ini menyatakan kalau dirinya merasa perayaan Natal tahun ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya. Dirinya merasakan saat berada di Inggris, Natal datang lebih cepat dibandingkan saat dia berada di Jerman yang merupakan kota kelahirannya.

Pada musim ini Jurgen Klopp merasakan ketatnya persaingan pertandingan pada ajang Liga Inggris. Sebagian orang merayakan moment liburan Natal sebagai sebuah Liburan untuk berkumpul dengan keluarga sampai dengan malam tahun baru, tetapi Klopp sekarang tidak bisa merasakan hal tersebut lagi. Dia akan terus bekerja dan bekerja terus karena pada hari Sabtu (26/12/2015) klubnya Liverpool akan menghadapi klub dari Leicester City.

Sebagai seorang pelatih yang profesional, Jurgen Klopp dan kerja bola ternyata tidak terganggu dengan jadwal padat yang dimiliki oleh dirinya. Sampai sekarang dirinya masih tertantang untuk menyelesaikan tugas yang sudah diberatkan kepada dirinya. Klopp merasakan apa yang diterima dan dialami dirinya sekarang merupakan sebuah kerja keras dirinya selama ini. Hal ini sangat berbeda sekali saat dirinya masih menjadi seorang pemain dan dirinya juga merasakan kalau bakat yang dia miliki sangat pas-pasan.

Saat dilansir oleh media Soccerways pada hari Jumat (25/12/2015), Jurgen Klopp mengatakan, Saya tidak punya apa-apa. Saya tidak punya uang dan masa depan yang bagus tetapi saya sangat mencintai yang namanya pertandingan.

Jurgen Klopp Benci Kepada Dirinya Sendiri

Jurgen Klopp benci kepada dirinya sendiri dalam urusan teknis permainan. Dia merasa dirinya tidak baik dalam masalah ini. Saya sebenarnya sedang melakukan perang besar dengan diri saya sendiri. Saya juga selalu mengatakan kata-kata yang kasar buat saya sendiri.

Tetapi untuk bisa membunuh semua perasaan dan masalah tersebut Jurgen Klopp sendiri mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikannya yaitu dengan berusaha untuk mencintai semua pertandingan yang dijalani. Cara tersebutlah yang bisa membuat Klopp bisa bertahan sampai dengan sekarang.

Jurgen Klopp memiliki sebuah impian untuk bisa menjadi seorang pelatih. Mimpi tersebut pun akhirnya bisa terwujud dan klub yang diasuhnya membuat namanya menjadi terkenal. Klopp mengatakan, Saya selalu ingin menjadi pelatih sepak bola. Ada orang yang berkata kepada saya kalau anda sudah menjadi pemain dan pelatih lebih baik anda berhenti pada umur 25 tahun tapi kenyataannya saya baru bisa menjadi pelatih pada umur 33 tahun.