Luis Figo merupakan mantan seorang bintang Real Madrid mengakui bahwa dirinya terkejut dengan kejadian yang melibatkan Denis Cheryshev, kejadian itu telah membuat timnya harus tersingkir dari turnamen Copa del Rey. Federasi Royal Sepak bola menegaskan bahwa kerja bola pada hari Minggu lalu Madrid telah dikeluarkan dari turnamen karena Cadiz melakukan protes dengan performa Cheryshev saat leg pertama, Denis Cheryshev memulai pertandingan itu telah mendapatkan larang 3 yellow card yang didapatkannya saat Copa musim lalu. Baik Cheryshev maupun Madrid memprotes bahwa ke-2 tidak mengacuhkan sanksi itu dan tidak merasa bersalah atas pelanggaran tersebut, tim sudah mendiskusikan jika akan mengajurkan banding.

Luis Figo mau bagaimana tidak memahami kesalah pahaman itu mendadak datang dan menyatakan dalam sebuah acara kebaikan, saat dirinya masih terjun ke dalam lapangan. Dirinya tidak berpikir ada sosok pemain yang bertanggung jawab atas keadaan ini, setidaknya saya mendapatkan sebuah hukuman. Itu akan saya jalankan hukuman tersebut.

Luis Figo Pernah Berpikir Akan Meneruskan Karir Seseorang

Luis Figo juga seorang mantan pemain timnas Protugal sempat membujuk dirinya sendiri sebagai salah satu pengikut untuk menjadi Presiden FIFA, dirinya sangat ingin meneruskan kesuksesan Sepp Blatter. Namun itu telah menarik diri dari kompetisi itu setelah menjelaskan persuasi pemilikan, pengambilan suara akan dengan langsung untuk memberikan nilai sepenuhnya hanya untuk 2 orang. Luis Figo juga seorang mantan pemain Barcelona itu tidak menampilkan dirinya bahwa ingin mendapatkan posisi itu di masa depan, sedangkan Alvaro Arbeloa menyerang Gerard Pique. Kemudian memberikan ejekan terhadap Real Madrid setelah klubnya di singkirkan dari Copa del Rey.

Alvaro Arbeloa mengatakan bahwa Gerard Pique tampaknya terobsesi dengan kami, saat itu dirinya akan pergi ke skuad komedi serta Pique akan berada disana. Dia akan mengatakan tentang Real Madrid, kami membiarkan dia melakukan sesuka hati dia dan kami akan membalasnya dengan waktu yang tepat. Barcelona pada saat itu telah berada posisi teratas di La Liga dengan selisih 4 poin dengan tim-tim yang menduduki posisi ke-2.