Petit merupakan salah satu dari pemain timnas Prancis dan kini sudah berusia 45 tahun dia sudah main dengan banyak klub semasa dirinya masih menjadi pemain yang handal dan pernah membela klub, As Monaco, Arsenal, Barcelona dan Chelsea, dimasa kejayaannya Petit mengahiskan waktunya untuk bergabung dengna timnas Prancis selama 13 tahun yaitu dari tahun 1990-2003.

Petit menyatakan komentarnya kepada pemain muda andalan Juventus saat ini, dirinya menilai saat ini pemain andalan klub itu sangat lemah di beberapa pertandingan terkahir bersama Juventus dia harus lebih tegas dan sebagai pemain yang paling diperhitungkan di klub itu ia harus menjadi pemian yang handal untuk kedepannya, dan saat ini kerja bola Paul Pogba baru saja memasuki usia 22 tahun menjadi pemain termuda yang mampu menjadi pemain terbaik dunia, masalah yang timbul pada saat ini dengan pemberitaan dari awak media semenjak Pogba memakai no punggung 10 itu dia menjada mengalami performa yang sangat buruk tidak seperti karirnya di awal musim kemarin bersama Juventus.

Petit Menyataakn Penampilan Juventus Yang Menurun

Petit memberikan pernyataannya untuk klub Juventus dengan penampilan mereka musim ini agak sedikit mangalami penurunan dibandingkan penampilan mereka musim lalu dengan berhasil meraih gelar di kompetis Italia Serie A, dengan kemampuan yang klub miliki saat ini seharusnya tidak membawa mereka pada posisi ke-6 puncak klasemen sementara saat ini, semua pemian yang Juventus miliki sekarang banyak dihuni oleh pemian muda berbakat dengan kemampuan yang luar biasa di setiap penampilan.

Menurut Petit klub harus lebih melakukan perubahan pola penampilan yang mereka miliki saat ini, Juventus mempunyai Paul Pogba yang mempunyai kemampuan yang luar biasa dengan semua skil sekarang dia miliki mampu meningkatkan permainan di dalam klub, belakangan ini dirinya menagalami penurunan dalam penampilan bertandingnya menurut Petit, semua yang sedang dirinya alami saat ini tidak boleh dibiarkan terlalu lama semua akan berpengaruh besar dengan penampilan klub Juventus, dengan masalah para pemain andalan lini depan penyerangan mereka.