Platini , presiden UEFA telah menunjuk keberhasilan Paris Saint Germain sebagai klub terbukti tetap dapat berkembang dibawah peraturan keuangan yang ada.

Platini menolak beberapa anggapan peraturan keuangan fair merupakan aturan “melumpuhkan” klub dan mencegah mereka untuk bersaing di tingkat atas. Sejumlah klub terbesar di Eropa seperti Manchester City, juga Paris Saint Germain telah terkena sanksi ekonomi sejak pertauran tersebut berlaku di 2011.

FFP mengharuskan semua klub terdaftar dalam bermain di Laga kompetisi UEFA untuk membuktikan bahwa mereka tidak beli pemain dari klub lain dengan cara hutang, termasuk didalamnya pertukaran pemain mereka juga otoritas sosial atau pajak sepanjang tahun sebuah klub.

Platini menyebutkan bahwa semua tim harus mematuhi aturan impas, yaitu mereka hanya boleh berbelanja pemain mahal bila mereka memiliki pendapatan sedemikian besar. karena semua ini terkait dengan praktek dunia dalam gerakan pencucian uang dimana hal tersebut menjadi sorotan berbagai pihak financial dunia.

Putusan tersebut menjadi sebuah pembatas pengaruh dari para pemilik klub kaya dimana memberikan fasilitas belanja mewah di orang-orang seperti Manchester City, Paris Saint Germain, Monaco. Namun Platini percaya tindakan hukum tersebut tidak hanya berhenti disini, banyak tim tertantang untuk mencapai penghargaan utama.

Platini bercerita kepada Kerja Bola bahwa Paris Saint Germain dinonaktifkan dalam belanja mewah namun mereka menang banyak meski bukan di Europa, dan ini merupakan contoh hal benar dari peraturan keuangan yang tidak buruk.

“Saya melihat Juventus di final Liga Champions tahun ini, yang belum terjadi selama 12 tahun.” bahas Platini kepada agen bola terpercaya.

Pada musim lalu tersebut Real Madrid tidak menang selama 12tahun melawan Atletico Madrid dimana klub tesebut absen untuk permainan tersebut. dan Platini melihat hal tersebut bekukan Real madrid.

Pada bulan mei lalu Paris Saint Germain juga Manchester City mendapat hukuman kerena melanggar aturan FFP dimana mereka melampaui pembatasan dengan ukuran Liga Champions, mereka lantas dikenankan denda. Kebijakan tidak melebihi tagihan 2013-2014 atau upah mereka musim lalu.