Prade menegaskan bahwa penyerang asal Mesir tersebut telah setuju untuk tetap tinggal di klub serie A.

Daniele Prade dan Shalat mencapai titik persetujuanĀ dimana sama-sama mencapai kesepakatan untuk menjalani pinjaman 18bulan di Viola dari Chelsea. Direktur Fiorentina Daniele Prade berharap bahwa pemain sayap Mohamed Shalat akan tetap tinggal di klub untuk musim lain, namun smeua itu keputusan ada di sang pemain.

Pemain asal Mesir tersebut pindah ke Aetemio Franchi dari Chelsea pada kontrak pinjaman 18bulan dimuali dari bulan Januari seperti bagian kesepakatan lantas Chelsea merekrutĀ Juan Cuadrado pada sisi lainnya.

Keputusan yang salah dari Chelsea, Shalat memulai debutnya pada musim ini di Serie A dengan mencetak enam goal dalam 16 pertandingan. Pada musim panas lalu terjadi perseteruan besar dimana La Viola telah melihat sang pelatih Vincenzo Montella dipecat dan meninggalkan Fiorentina. Hal ini dianggap masa depan Florence diragukan.

Daniele Prade percaya diri bahwa Shalat akan kembali satu tahun lagi, pemain berumur 23tahun tersebut bebas memilih untuk kembali ke klub atau kembali ke Stamford Bridge.

“Pihak Fiorentina telah semaksimal mungkin berusaha untuk supaya pemain kembali, namun setiap pemain juga memiliki hak untuk memilih, kami hanya bisa berharap semoga mereka berpihak kepada kami. ucap Prade kepada Kerja Bola.

Fiorentina ingin menjaga Shalat, kadang kesalahan kecil dari berbicara bisa berdampak besar antara pemain dan pelatih. Pelatih baru Fiorentina Sousa menyatakan keinginannya bersama Fiorentina dapat mengandalkan musim depan untuk mendapatkan Shalat kembali.

Daniele Prade memilih pelatih baru ini untuk mengubah semua permainan Fiorentina “Shalat adalah pemain yang saya akui dan juga saya tahu sebaik apa permainannya, Shalat juga bisa memberikan perubahan kepada Fiorentina.”

Fiorentina sendiri nyaris gagal mencapai Liga Champions waktu ketiga berturut-turut dibawah musim lalu Montella, dengan pencapaian finish posisi ke empat, mencetak skor lima point dibelakang Lazio dalam posisi ketiga dimana Lazio menahan tim kami ke dermaga kualifikasi akhir.