Real Madrid mendapatkan peluang untuk meraih title gelar juara liga menerima sebuah pukulan besar usai tertahan di kandang Malaga, hasil tersebu sudah membuat mereka mengukir kembali catatan negatif atas Malaga sekitar 14 tahun lalu.

Berlangsung du La Rosaleda pada hari Minggu (21/02), Madrid direndam oleh Malaga 1-1. Usai membuka keunggulan El Real tepatnya menit ke-33, kemudian Christiano Ronaldo tidak berhasil menggandakan keunggulan lantaran eksekusi penalti 3 menit kemudian berhasil dihadang Carlos Kameni.

Menjalankan kerja bola babak II, Malaga berhasil mengimbangi keudukan di menit ke-66. Raul Albentosa membobol jala milik Keylor Navas usai meneruskan umpan Weligton. Keunggulan menjadi goal terakhir dalam pertandingan itu, tim besutan Javi Gracia telah tampil menjadi salah satu hambatan utama untuk El Real di tahun ini.

Dari 6 poin sudah memungkinkan dibawa pulangm hanya 2 poin saja bisa didapatkan oleh Real Madrid dari Malaga, InfostadaLive mencatat saat tahun 2015-2016 merupakan pertama kalinya untuk Madrid gagal mendapatkan kemenangan dari Malaga mulai tahun 2001-2002. Saat itu Zinadine Zidane masih aktif untuk Madrid.

Real Madrid Bertemu Malaga Sejak September 2015

Real Madrid bertemu Malaga Sejal bulan Septeber 2015 lalu dan bermain imbang 0-0, padahal Los Boquerones sudah bemain dengan 10 pemain mulai menit ke-77 usai pemainnya Nordin Amrabat diberi kartu merah.

Lantatan hanya membuat 1 poin, Los Blancos saat ini sudah memperoleh 54 poin dan tertinggal 9 poin atas Barcelona yang berada dipuncak klasemen sementara. Dengan menyiakan 13 laga, perjuangan Los Merengues untuk menjuarai liga semakin berat.

Zinade mengungkapkan kalau anak asuhnya belum menyerah sama sekali untuk mendapatkan title La Liga, walau saat ini lebih sulit menangani Madrid. Mereka tidak akan menyerah lantaran masih banyak poin yang harus diperebutkan, masih banyak poin juga mampu didapatkan serta Los Marengues masih bisa kehilangan poin.

Sergio Ramos telah mewanti-wanti Los Blancos untuk tidak tergelincir, satu hasil tidak memuaskan dikatakan dirinya bakal mengabisi kans klubnya untuk menjadi sang juara. Secara matematis dari 13 laga tersisa kans mereka untuk menjadi sang juara belum tertutup. Namun jika satu kali lagi mereka gagal, Maka klubnya dinilai oleh Ramos akan kesulitan untuk mengejar titel liga.