Stephen El Shaarawy pemain asal Monaco ini telah meminta maaf kepada Milan, karena sudah tidak mau hubungan dengannya lagi. Dirinya tidak betah berada di lingkungan disana. Pemain yang berposisi sebagai sayap kiri itu telah meninggalkan tim Ligue satu pada musim panas, dan dia baru saja memainkan kerja bola pertandingan ke-15 bagi skuadnya. Shaarawy sudah mendiskusikan tentang motif untuk perpindahannya dan telah membuat suatu perubahan yang dia rasakan setelah meninggalkan tim tersebut.

Stephen El Shaarawy telah mengatakan kepada media bahwa itu akan menjadi formalitas, walaupun hubungannya sudah tidak ada apa-apa lagi dengan Milan. AS Monaco merupakan kemenangan terindah, meskipun di ganggu dengan keadaan cedera dan hal lainnya, dirinya tidak ingat apa yang sudah dilakukan pada tahun 2012 lalu. Dia tidak akan melakukan perubahan sedikitpun, saat saya mengalami cedera dan tidak bisa berlatih maupun bertanding dalam laga yang akan datang. Dirinya tidak bisa menghindar hal tersebut, dia telah menyadari kalau kekuatan yang dimiliki akan segera bertambah.

Stephen El Shaarawy Marah Terhadap Berita Buruk

Stephen El Shaarawy berada di dalam jantung penggemar Milan dan memasuki hati penggemar Monaco, ikatan dengan sepak bola Prancis itu telah berkembang dan dirinya harus beradaptasi. Ini lebih dalam saat menggunakan jasmani dan tidak memerlukan strategi, mereka saat berlatih banyak menggunakan bola tapi itu sangat baik. Dia telah berusaha untuk bertanggung jawab dan AS Manaco semata-mata terpaut dengan 2 poin dati posisi kedua. Anggap saja kalau lingkungan ini sudah tidak pantas untuk Shaarawy, dirinya tidak membahas tentang Milan. Namun Milan sendiri yang telah berubah terhadap dirinya.

Shaarawy sempat kecewa dengan kritikan yang telah ia dengar karena sangat sulit untuk bekerja dalam mengalami cedera, tidak nyaman rasanya sudah mendengar berita buruk. Beberapa isu dapat menurunkan performa pemain ketika dirinya sudah berjuang untuk bertahan. Reporter lebih mementingan kontranya dari pada pembela, banyak orang yang iri terhadap kesuksensan orang yang sudah susah payah diperjuangkan. Shaarawy sangat menyukai Milan dan dia tidak akan bisa melupakan momen-momen saat bergabung dengannya, dirinya bahagia ketika melihat rekan-rekan Milan sedang latihan terutama Donnarumma.