Xavi yang memberi rasa senang tim Barcelona atas kemenangan telak mereka atas Juventus tadi pagi tidak dapat disembunyikan. Terutama bagi seorang Xavi Hernandez yang akan meninggalkan Spanyol untuk berlaga di liga Qatar musim depan.

Andres Iniesta menyatakan bahwa inilah kado yang tim sediakan untuk menyongsong perjalanan karir baru Xavi Hernandez. Piala Champions menjadi pelengkap paling manis untuk dua piala bergengsi Barcelona lainnya, Copa Del Rey dan La Liga Spanyol. Sungguh Tiga Kemenangan ini menjadikan Barcelona kembali menjadi Raja klub Benua Eropa.

“Ini untukmu Xavi Hernandez, nikmatilah masa ini kawan, kami akan sangat merindukanmu Xavi” kata Iniesta kepada wartawan siaran langsung pertandingan Liga Champions pagi tadi. Barcelona memang bermain agresif, melenyapkan harapan Juventus merangkul trofi Liga Champions musim ini. Namun, tetap saja Juventus tampil cemerlang, memberikan tontonan sepakbola kelas dunia. Sebuah kekalahan terhormat.

Xavi ketika ditanyakan pendapat tentang perlawanan Juventus, Ia menyebutkan bahwa tim Juventus dari dulu merupakan tim idola dia, Ia sangat mencintai permainan juga sosok Andrea Pirlo, pesepakbola legendaris timnas Italia ini berumur satu tahun diatas Hernandez Xav, 36 tahun. Kedua gelandang tersebut kini menyandang predikat gelandang serang paling menakutkan di seluruh Eropa

“Dia sudah menjadi panutan banyak pemain dari banyak generasi. Andrea Pirlo cs tampil dengan sangat menakjubkan. Kami merasakan tekanan yang luar biasa menghadapi Juventus, akan tetapi, kami telah membuktikan bahwa kamilah tim terbaik diseluruh Liga Eropa!” kata Xavi Hernandez kepada media bola internasional dengan girang. Xavi benar-benar menunjukkan kepada dunia bahwa dialah gelandang serang dengan pemanfaatan bola mati terbanyak di pertandingan Liga tadi pagi.

Dikesempatan bersamaan, bukan hanya Xavi saja yang dimintai komentar soal perlawanan Juventus, Neymar sang bomber yang menyumbangkan gol indah bagi Barcelona pagi tadi juga angkat suara, Neymar menyatakan bahwa stamina Juventus dan lini pertahanan raksasa Eropa tersebut bukanlah mitos belaka. “Sangat sulit untuk ditembus” dan “dinamis” merupakan dua kalimat Neymar untuk menggambarkan lini belakang Juventus.